Museum TNI AD Dharma Wiratama

Description

Description

Sejarah

Bangunan Museum Pusat TNI AD Dharma Wiratama didirikan oleh Pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1900 dan digunakan berfungsi sebagai tempat tinggal para pejabat/admininstratur perkebunan Belanda di daerah Jawa Tengah dan Yogyakarta. Tahun 1942 dijadikan sebagai markas Tentara Jepang daerah Yogyakara (Syudokan). Pada masa Kemerdekaan dijadikan markas tertinggi Tentara Keamanan Rakyat hal tersebut diartikan bahwa digunakan sebagai markas Panglima Besar Tentara Keamanan Rakyat yaitu Jenderal Sudirman dan sebagai tempat Kepala Staf Letjen. Urip Sumoharjo untuk menyusun Tentara Keamanan Rakyat selanjutnya dijadikan Markas Korem 072/Pamungkas.

Gagasan pendirian Museum TNI AD ini berawal dalam lingkungan Sejarah Militer AD (SMAD) yang berencana untuk membangun sebuah museum yang akan digunakan untuk menampung benda-benda koleksi perjuangan TNI AD. Dengan pertimbangan bahwa museum TNI AD mempunyai tugas, fungsi dan peranan sebagai bagian dari Dinas Sejarah Militer Angkatan Darat (DISJARAHAD) dengan sasaran mewariskan nilai-nilai kejuangan para pahlawan, khususnya TNI.

Kemudian Sejarah Militer Angkatan Darat menjalin kerja sama dengan perintis Monumen Setengah Abad Kebangkitan Nasional. Dan hal tersebut direstui oleh Sri Sultan Hamengkubuwana IX dengan dianjurkannya menggunakan sebagian tanah komplek Ndalem Brontokusuman 24 (yang kemudian disebut Museum Perjuangan Yogyakarta). Museum berdiri pada tanggal tanggal 8 September 1959 dan disahkan oleh Kasad dengan Surat Keputusan No. 760/9/1959

Pada tanggal 17 Juni 1968 lokasi museum ini dipindahkan ke bekas kediaman resmi Pangsar Jenderal Soedirman di Jl. Bintaran Wetan no 3, Yogyakarta. Kemudian terkait dengan kemajuan perjuangan TNI AD yang harus diabadikan dalam museum, maka tempat tersebut lebih tepat difungsikan sebagai Museum Sasmitaloka Panglima Besar (Pangsar) Jenderal Sudirman. Sedangkan gedung baru yang direncanakan sebagai Museum Pusat TNI AD adalah bekas Benteng Vredeburg di Jl. A. Yani No. 6. Tetapi karena Benteng Vredeburg dipandang lebih tepat untuk dikelola oleh Depdikbud, maka pilihan terakhir jatuh pada Gedung Markas Korem 072/Pamungkas di Jl. Jenderal Soedirman 75. Penggunaan gedung ini dimaksudkan untuk melestarikan nilai-nilai sejarah yang terkandung dalam gedung tersebut.

Setelah mendapat persetujuan Kasad, maka dikeluarkanlah surat perintah kepada Pangdam[1] VII/Diponegoro agar menyerahkan gedung tersebut untuk dimanfaatkan sebagai Museum Pusat TNI AD. Berdasarkan Surat Keputusan Kasad No. Skep/547A/l/1982, tanggal 17 Juli 1982 museum pusat TNI AD disahkan. Kemudian pada tanggal 30 Agustus 1982 diresmikan oleh Kepala Staf TNI-AD Jendera Ponimain dengan nama Museum Pusat TNI AD “Dharma Wiratama. Dharma Wiratama yang berarti pengabdian luhur yang telah disumbangkan oleh prajurit TNI AD di bidang Hankam baik berupa senjata maupun amal baktinya di bidang non Hankam kepada negara.

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Museum_Pusat_TNI_AD_%22Dharma_Wiratama%22

Contact

Contact
  • Address Jl. Jend. Sudirman No.75, Terban, Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55223
  • Phone (0274) 561417
  • Category
  • Location

Aditional Information

Aditional Information
  • Mon 8AM–4PM
  • Tues 8AM–4PM
  • Wed 8AM–4PM
  • Tues 8AM–4PM
  • Fri 8AM–4PM
  • Sat 8AM–4PM
  • Sun 8AM–4PM

Location

Museum TNI AD Dharma Wiratama
Get directions

 

Contact

Museum TNI AD Dharma Wiratama
  • By
  • Address: Jl. Jend. Sudirman No.75, Terban, Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55223
  • Phone: (0274) 561417
  • Email:
  • Website:
[contact-form-7 id="2237" title="Shop Contact Form"]

Events

Museum TNI AD Dharma Wiratama
No Events Found.

Ratings

Museum TNI AD Dharma Wiratama

Total Ratings

0

0 Total

Javo Rating Notice

This is a sample content. you can add some notice or special comment for ratings. If you need to modify rating statements, please go to theme option and you can add or change.
Thank you.
  • Service
  • Location
  • Quality
  • Others

    Reviews

    Museum TNI AD Dharma Wiratama